Calon Jamaah Haji Lebong Ikuti Pawai Ta'aruf

Calon Jamaah Haji Kabupaten Lebong ikut meramaikan pawai ta'aruf sambut Ramadhan 1433 H di Lapangan Hata Kabupaten Lebong (jaja/siskohat).

KUNJUNGAN KANWIL KE KAB.LEBONG

Kanwil Kemenag Prov.Bengkulu lakukan kunjungan ke Kab. Lebong dan menyempatkan diri melukan pembinaan kepada para petugas SISKOHAT.

PENGECEKAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI

Staf Haji dan Umroh sedang melakukan pengecekan kelengkapan administrasi syarat pendaftaran haji Kabupaten Lebong.

KELOMPOK TERBANG TERBAIK

Kepala Dishubkominfo Sumbar memberikan Penghargaan kepada Bupati Lebong atas terpilihnya Jamaah Haji Lebong tahun 2011 sebagai jamaah dengan kelompok terbang (Kloter) terbaik (jj/siskohat).

Doa dan Makan Bersama Sambut Ramadhan

Kegiatan Doa dan Makan Bersama Petugas SISKOHAT bersama Pegawai Kementerian Agama lainya dalam rangka menyambut Ramadhan 1433 H

----Selamat Jalan Jamaah Haji Kabupaten Lebong Semoga Senantiasa diberikan Kemudahan dan mendapatkan predikat Haji Mabrur---

Minggu, 25 Maret 2012

Sri Ilham: Jantung Pelayanan Haji ada di Siskohat


Manado, 23/2 (Sinhat) - Sistem Informasi dan komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) kini menjadi "jantung" bagi pelayanan jemaah haji, karena seluruh proses pengolahan data untuk kepentingan pembuatan paspor, penerbangan pemberangkatan dan pemulangan, perbankan dan biodata calon jemaah haji mengacu kepada sistem komputer terpadu tersebut.
Hingga kini sistem tersebut secara bertahap mengalami penyempurnaan dan dapat digunakan sebagai "cross check" data keuangan di bank penerima setoran (BPS) dan jumlah data calon haji yang akan diberangkatan, kata Direktur Pelayanan Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Sri Ilham Lubis, di sela acara Rapat Teknis Pengembangan Siskohat dengan BPS, di Manado, Kamis (23/2).
Ia menjelaskan, sudah 20 tahun Siskohat menjadi "jantung" bagi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini disebabkan setiap aktivitasnya mengacu kepada data base Siskohat. Terlebih lagi sudah "online" antara Kementerian Agama (Kemenag) di pusat dengan seluruh Kantor Kemenag di seluruh provinsi, termasuk pada tingkat Kabupaten dan Kotamadia.
"Sayangnya, meski sudah online tetapi belum bisa real time. Hal ini disebabkan infrastruktur dan kemampuan jaringan yang belum baik di seluruh Indonesia," ia menjelaskan.
Meski demikian, lanjut dia, proses pelaksanaan di lapangan tak terlalu menghadapi kendala. Sebanyak 12 embarkasi bagi pemberangkatan haji sudah memanfaatkan secara penuh Siskohat. Termasuk pula dengan BPS di seluruh Indonesia.
Dengan memanfaatkan data Siskohat pula seluruh dana yang disetorkan para calon jemaah haji dapat diketahui pihak Kemenag. Hal ini sangat dimungkinkan karena setiap teroran awal, yang ditetapkan sebesar Rp25 juta, ke BPS dapat langsung disetorkan ke rekening Menteri Agama. Setelah rekening tanda setoran awal diserahkan ke kantor Kemenag terdekat, sesuai dengan domisili calon haji, maka calon haji bersangkutan sudah mendapat nomor porsi haji.
Melalui cara demikian dapat dihindari perbedaan data antara dana setoran awal dengan jumlah calon haji pada tahun yang bersangkutan. Dulu, sebelum ada Siskohat, bisa jadi calon haji yang batal berangkat dapat diganti orang lain lantaran sistemnya masih manual. Foto bisa diganti dan data bisa diubah, sehingga calon haji lain bisa tersingkir, katanya.
"Sistem switching di Siskohat, data bisa diketaahui secara real time. Kalau dahulu cuma gelondongan saja. Dan itu pun jika diminta BPS melaporkannya membutuhkan waktu lama," ia menjelaskan.
Terkait dengan penyelenggaraan Rapat Teknis Pengembangan Siskohat, Sri Ilham menjelaskan bahwa sudah saatnya momen tersebut dijadikan untuk memperbaiki sistem pelayanan. Pelayanan kepada jemaah harus lebih efisien. Prosedur pendaftaran yang terlalu panjang perlu dipangkas dan menjamin akan kepastian pemberangkatan bagi para jemaah dari tanah air ke tanah suci.
Nomor porsi yang sudah masuk ke Siskohat sebetulnya merupakan password atau identity card (kartu identitas) bagi jemaah haji. Sebab, dengan mengetahui nomor porsi tersebut, seseorang dapat dikethui kapan harus berangkat dan kembali dari menunaikan ibadah haji. Persoalannya ke depan, bagaimana jika terjadi pengembalian dana yang harus diselesaikan secara cepat.
Menurut Sri, ke depan, dana pengembalian jemaah yang disebabkan berhalangan menunaikan ibadah haji harus diselesaikan secara cepat pula. Karena itu rapat teknis Siskohat ini menekankan pada penyempurnaan Siskohat sehingga data bisa dijadikan acuan untuk pengambil keputusan, peningkatan SDM, informasi teknologi dan prosedurnya.
Aplikasi peralatan IT harus dioptimalkan. Sistem online sudah harus real time dengan seluruh mememanfaatkan grand disain yang sudah terbangun. "Tampilan Siskohat memang masih jadul (tua), tapi akurasinya harus tepat," Sri Ilham menjelaskan.***3***


Grafik Jumlah Pendaftar Haji di Kabupaten Lebong





KUOTA HAJI LEBONG DARI TAHUN KE TAHUN







WAITING LIST JAMAAH HAJI LEBONG CAPAI 490 ORANG


Siskohatlebong(26/03) - Waiting list atau daftar tunggu Calon Jamaah Haji yang tercatat pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong mencapai 490 Orang.
Berdasarkan Data SISKOHAT, tercatat bahwa peningkatan jumlah pendaftar haji terjadi dalam dua tahun terakhir dimana minat masyarakat Kabupaten Lebong untuk menunaikan rukun islam kelima itu semakin tinggi.
"Pantauan di database SISKOHAT dapat dilihat bahwa jumlah pendaftar haji meningkat dalam dua tahun terakhir" Kata operator SISKOHAT, Jaja, Senin.
Dijelaskanya berdasarkan data SISKOHAT, jumlah pendaftar haji pada tahun 2010 sebanyak 186 orang, selanjutnya pada tahun 2011 meningkat menjadi 238 orang, sementara tahun 2012, hingga bulan Maret telah tercatat 79 pendaftar Calon Jamaah Haji.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori, M.Pd menyebutkan bahwa, peningkatan jumlah pendaftar haji harus disambut baik dan peningkatan itu merupakan indikasi dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Lebong untuk melaksanakan ibadah haji.
Selain meningkatnya kesadaran masyarakat lebong, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lebong juga diperkirakan menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah pendaftar haji.
Menyangkut kepastian keberangkatan Jamaah haji yang sudah mendaftar, Mulya menerangkan bahwa mulai tahun 2013 mendatang kuota haji dikembalikan ke kuota Provinsi Bengkulu dan sepenuhnya menjadi kewenangan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.
"Insyaalloh mulai tahun depan kuota akan dikembalikan ke provinsi artinya siapa yang mendaftar paling dulu se-Provinsi Bengkulu, secara otomatis dia yang berangkat duluan atau dengan istilah first in first out (FIFO)," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa, dengan berdasar pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008, dengan prinsip keadilan bahwa semua yang mendaftar haji dipastikan akan diberangkatan jika tidak ada halangan seperti meninggal atau mengundurkan diri.
"Semua yang mendaftar haji di Kementerian Agama Kabupaten Lebong pasti berangkat, namun harap bersabar dan mengantri," tegasnya.