01.59
Bengkulu (Hukmas) 25/9 – Sebanyak 91 Tas Koper Jamaah Calon Haji (JCH) dari Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu akan dikirim hari ini (25/9) ke Embarkasi padang dengan mengunakan jasa ekspedisi PT.Pos Indonesia, kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori, M.Pd ketika dikonfirmasi, Selasa.
Jasa Ekspendisi PT.Pos Indonesia pada tahun 2012 dipilih kembali oleh Kepala Kemenag Kabupaten Lebong karena sejak tahun 2008 PT.Pos selalu menjadi mitra kementerian agama Kabupaten Lebong dalam penyelenggaraan ibadah haji baik proses keberangkatan maupun pemulangan khususnya pengiriman koper jamaah dan tidak ada masalah yang berarti.
Selain itu, Ka.Kemenag juga menugaskan satu orang pegawai Kemenag Lebong untuk mendampingi barang-barang tersebut karena dikhawatirkan koper-koper itu tertukar atau hilang di embarkasi padang.
Sebelum dikirim ke Embarkasi Padang, tas koper tersebut terlebih dahulu dilakukan penimbangan sehingga dapat dipastikan berat koper-koper JCH Lebong tidak ada yang melebihi batas maksimal yaitu 32 Kg.
Sementara itu, terkait keberangkatan JCH Lebong, Mulya menerangkan bahwa JCH Lebong yang tergabung dalam kloter 7 Embarkasi Padang akan diberangkatkan dari Kabupaten Lebong ke Embarkasi Padang pada hari Rabu (26/9) dan pada tanggal 28 September dijadwalkan diberangkatkan menuju Jeddah.(JJ)
Bengkulu (Hukmas) 25/9- Memasuki H-3 Keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Provinsi Bengkulu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H.Suardi Abbas, SH,MH pimpin rapat persiapan keberangkatan JCH dengan panitia penyelenggara keberangkatan jamaah haji Provinsi Bengkulu diruang aula, Selasa.
Rapat yang didampingi Kepala Bidang Haji dan Umroh, Drs.H.Zahdi Taher, M.HI dihadiri 20 orang penitia yang nantinya akan memberikan pelayanan kepada Jamaah Calon Haji dari Kabupaten Kota khususnya yang menggunakan jalur transportasi udara atau yang memanfaatkan asrama haji sebelum diberangkatkan ke embarkasi padang.
Dalam arahannya, Ka.Kanwil meminta kepada panitia yang sudah dibentuk untuk memberikan pelayanan terbaik kepada JCH, jangan sampai JCH yang mayoritas sudah usia lanjut itu terlantar dan tidak mendapat pelayanan. “Jamaah kita mayoritas sudah usia lanjut dan membutuhkan pelayanan, jadi saya ingatkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Haji dan Umroh, Zahdi Taher meminta panitia untuk memberikan pelayanan di asrama haji Bengkulu dan melakukan persiapan-persiapan seperti kelengkapan sound sistem, penerangan dan penyediaan fasilitas lainnya.
Pada Musim haji tahun 1433 H, sebanyak 5 Kabupaten/Kota yang terdiri dari Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan dan kabupaen Kaur akan menggunakan jalur transportasi udara dengan maskapai penerbangan Sriwijaya Air menuju Embarkasi padang.
Sementara 4 Kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong masih tetap memanfaatkan jalur transportasi darat berupa bus.(JJ)
01.47
Bengkulu (Hukmas) 25/9- Kepala Bidang Haji dan Umroh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs.H.Zahdi Taher, M.HI menghimbau kepada Jamaah Calon Haji khususnya Provinsi Bengkulu untuk senantiasa menjaga kesehatan sejak ditanah air maupun ditanah suci, karena saat ini cuaca di Arab Saudi cenderung panas.
“Saat ini cuaca di Arab Saudi cukup panas, untuk itu saya meminta kepada CJH Bengkulu untuk tidak terlalu sering keluar pemondokan kecuali untuk melaksanakan ibadah dan keperluan yang sangat penting,” Ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (24/9)
Selain itu, ia juga menyarankan kepada JCH untuk banyak minum air putih dan makan buah-buahan untuk menjaga stamina tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit dan dapat melaksanakan ibadah dengan baik.
Diterangkannya, pada bulan Juni hingga September biasanya udara di Arab Saudi panas sekali dan siang hari waktunya lebih panjang, memasuki bulan Oktober Udara panas mulai berkurang dan pada bulan November udara Mulai dingin dan siang hari waktunya semakin singkat.
Terkait kondisi pergantian musim tersebut, Ia berkali-kali menyarankan jamaah haji untuk senantiasa menjaga kesehatan badan mulai dari tanah air sampai pada pemulangan nanti. “Dengan Kondisi pergantian cuaca seperti itu, kalau jamaah haji tidak menjaga kesehatan dikhawatirkan Jamaah akan terserang penyakit,” tegasnya.(JJ)
Bengkulu (Humas-13/8) – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya mendorong agar Bandara Fatmawati Bengkulu menjadi embarkasi antara bagi Calon Jamaah Haji Provinsi Bengkulu sehingga dapat menghemat waktu, tenaga dan cost yang dikeluarkan oleh Calon Jamaah Haji Provinsi Bengkulu.
“Kami terus berupaya dengan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama untuk menjadikan Bandara Fatmawati Bengkulu sebagai embarkasi antara” kata Plt. Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, M.Pd saat memberikan sambutan dalam kegiatan ramah tamah dengan Forum Komunikasi Pejabat Daerah (FKPD) dan veteran Provinsi Bengkulu digedung Balai Buntar, Senin(13/8).
Menurut dia, apabila pemerintah pusat mewujudkan Bandara Fatmawati sebagai embarkasi antara, bukan hanya calon jamaah haji yang diuntungkan namun secara ekonomi masyarakat Provinsi Bengkulu juga akan mendapatkan imbasnya.
Ramah tamah yang juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H.Suardi Abbas, SH,MH itu, Junaidi mengatakan dengan adanya embarkasi antara dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya Jamaah Calon Haji karena Jamaah tidak harus berlama-lama diperjalanan tetapi cukup satu setengah jam dipesawat transit di Embarkasi Padang dan langsung diterbangkan ke Arab Saudi.
Selain itu, dengan adanya embarkasi antara, Jamaah haji juga tidak harus menginap diasrama haji Padang namun hanya istirahat sekitar satu jam di Bandara Internasional Minang Kabau, Sumatera Barat.
Secara ekonomis, dengan dijadikanya Bandara Fatmawati sebagai embarkasi antara tentunya akan banyak penjual pernak pernik haji di sekitar bandara akan menjadi sumber pendapatan bagi pedagang kecil yang ada di Provinsi Bengkulu.
Saat ini Jamaah haji Provinsi Bengkulu dari sepuluh Kabupaten / Kota masih menggunakan jalur darat dan udara dari Kabupaten masing-masing sesuai dengan kesepakatan antara calon jamaah haji dan pemerintah daerah setempat menuju embarkasi Padang dengan jarak tempuh mencapai 12 jam lebih jika ditempuh melalui jalur darat.
“Kalau kita masih tetap mengandalkan jalur darat, selain tidak efisien resikonya juga sangat besar, karena tidak menutup kemungkinan jalan lonsor atau terjadi insiden diperjalanan dan mudah-mudahan niat baik pemda Provinsi Bengkulu ini dapat segera terwujud,” ujarnya.(JJ)